Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diabetes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 24 Februari 2013

Artikel - Madu Aman untuk Penderita Diabetes

MANFAAT MADU BAGI PENDERITA KENCING MANIS



Madu sebagai minuman yang sangat berfaedah bagi kesehatan akhir-akhir ini sudah menjamur di masyarakat. Sebagai bagian dari Thibbun Nabawi, minuman yang dituntunkan oleh Rosulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam ini sungguh ajaib dan berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit.
Namun ada sedikit ganjalan, apakah madu aman dikonsumsi oleh penderita penyakit Kencing Manis (Diabetes) ? Tidakkah madu yang rasanya “manis” justeru akan meningkatkan kadar gula darah? Tulisan berikut ini mudah-mudahan dapat membantu anda.
Dalam The Journal of Medical Food tahun 2004, Waili NS melaporkan penelitian tentang efek madu terhadap glukosa plasma, C-reactive protein (CRP), dan lipid darah pada orang yang sehat, pasien diabetes, dan orang yang kelebihan lipid.
Diabetes Mellitus (DM) atau kencing manis terjadi karena adanya gangguan pada pankreas yang menghasilkan insulin. Padahal insulin dibutuhkan untuk memasukkan glukosa darah ke dalam sel. Dengan keadaan ini maka kadar glukosa darah orang diabetes sangat tinggi.
Penelitian oleh Waili dan kawan-kawan tersebut menunjukkan beberapa hasil. Pertama, pada orang sehat, ternyata gula biasa (dekstose) meningkatkan kadar glukosa plasma 52% pada satu jam pertama dan 3% pada dua jam, sedangkan madu asli meningkatkan kadar glukosa plasma 14% pada satu jam pertama dan 10% pada dua jam. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa madu hanya meningkatkan sedikit kadar gula darah dibandingkan gula lainnya. Kedua, gula biasa dan madu buatan juga meningkatkan kadar trigliserida, sedangkan madu asli menurunkan trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Ketiga, madu yang dikonsumsi selama 25 hari ternyata menurunkan kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik(HDL).
Pada pasien diabetes, madu asli dapat menurunkan kolesterol total,LDL dan CRP. Madu dapat dijadikan alternatif pemanis karena selain lebih baik metabolismenya, juga dapat meningkatkan kadar insulin dibandingkan sukrosa.
Dari penelitian tersebut, terlihat bahwa madu asli dapat mengurangi kadar glukosa darah dan mengurangi risiko penyakit jantung pada pasien diabetes sehingga menggantikan pemanis dengan madu mentah (raw honey) memberikan banyak keuntungan.
Di China, telah dipasarkan sebuah produk kombinasi pollen dan propolis Fengzhen yang diklaim para penelitinya dapat mengontrol kadar gula darah dan lemak. Selain itu, dikatakan pula obat ini dapat melenturkan pembuluh darah, memperbaiki sirkulasi hingga mencegah komplikasi diabetes. Peneliti yang sama juga berhasil membuktikan efek propolis dalam mengobati diabetes mellitus sama baiknya dengan terapi tradisional lain, tetapi lebih cepat dalam menurunkan kadar gula darah. Juga propolis member efek yang baik pada pasien diabetes dengan gangguan radang gusi dan jamur di mulut.
Madu kaya dengan peptide dan karbohidrat kompleks yang membutuhkan proses enzimatik agar dapat dibakar sebagai energi. Ini membuat madu menjadi sejenis gula yang “lambat dibakar” atau memiliki indeks glikemik rendah hingga tidak memberatkan kerja insulin. Namun, beberapa madu ternyata memiliki indeks glikemik yang cukup besar sehingga perlu diperhatikan jenis madu apa yang paling cocok untuk diabetes dan gangguan kolesterol.
Semoga bermanfaat.

Sumber : tentangcewe.blogspot.com

Sabtu, 23 Februari 2013

Testimoni - Diabetes

TAK ADA LAGI DIABETES
Sutji Amanah, 60 tahun. Batang


Sudah lima tahun saya menderita kencing manis. Kondisi tubuh saya mudah lemah dan letih. Selain itu, gula darah saya mencapai 300-400 mg/dl dan menderita hipertensi. Saya rajin periksa ke dokter dan rumah sakit untuk minta obat. Tapi sering tidak dihabiskan karena efek yang dirasakan sangat menyiksa, seperti mual-mual, keringat dingin, lidah dan tenggorokan terasa pahit dan kering.
Pada tanggal 19 Maret 2012, gula darah saya mencapai 388 mg/dl. Saat itu juga saya dikenalkan dengan produk HDI yaitu HDI Bee Propolis tablet. Saya konsumsi beserta obat-obat dari dokter karena katanya tidak ada masalah bila produk HDI diminum bersamaan saat minum resep dokter. Dua minggu pertama saya sudah merasakan khasiatnya. Badan terasa lebih sehat dan segar. Namun sayangnya saya tidak melanjutkan mengonsumsi HDI Bee Propolis dua minggu setelahnya.
Puncaknya terjadi pada awal April dimana saya harus pergi keluar kota untuk acara arisan keluarga di Solo. Sepulang dari luar kota, tiba-tiba saya merasakan urat-urat syaraf saya tegang terutama pada bagian bibir, muka dan mata sebelah kiri. Rasanya seperti ditarik-tarik dan semakin lama semakin kencang. Mata kiri seperti ditarik ke kanan bawah, sebaliknya bibir sebelah kiri seperti ditarik ke kanan atas. Sulit untuk meludah dan berbicara. Diagnosa dokter saya terkena bell's palsy.
Akhirnya mas Apriyanto, distributor HDI menyarankan saya minum HDI Four Stars lengkap dan rutin. HDI Clover Honey dan HDI Pollenergy 520 tiap pagi dan malam. HDI Bee Propolis dan HDI Royal Jelly Liquid tiga kali sehari. Selain mengonsumsi produk-produk dari HDI, saya pun dianjurkan dokter menjalani terapi sinar infra merah untuk melancarkan darah di daerah muka saya tiap pagi  selama setengah jam di RS. Siti Khodijah Pekalongan.
 Dua bulan kemudian tepatnya pada pertengahan bulan Juni, saya dinyatakan sehat dan terbebas dari bell's palsy. Mata saya sudah "melek" bisa melihat, bibir tidak lagi "mencong" dan bisa meludah serta berbicara dengan jelas. Gula darah saya pun saat diperiksa sudah mulai normal.
Terima kasih Allah SWT yang mempertemukan saya dengan produk HDI. 


Produk yang digunakan : Bee Propolis, Clover Honey, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid
sumber : web hdi