Cari Blog Ini

Selasa, 26 Februari 2013

Testimoni - Tumor Jinak Payudara

TUMOR JINAK PADA PAYUDARA KANAN
Siti Mayang Sari, 28 Tahun. Medan


Saya seorang ibu yang telah memiliki 2 orang putera. Dua tahun yang lalu, saya mempunyai tumor jinak sebesar telur puyuh pada payudara sebelah kanan.  Pertama kali saya mengetahuinya adalah ketika saya sedang menyusui anak pertama dan benjolan itu teraba oleh saya. Karena khawatir, saya pun memeriksakannya ke salah satu rumah sakit dan kemudian dirujuk untuk diperiksa dokter ahli bedah di RS Pringadi. Dokter mengatakan bahwa itu adalah kelenjar susu. Saya diberikan obat-obatan untuk dikonsumsi. Namun, semua itu tidak membawa perubahan.
 Saya juga telah melakukan pengobatan alternatif. Dikatakan bahwa benjolan itu adalah tumor dan bisa disembuhkan dengan minum jamu-jamuan. Saya juga telah mencoba mengonsumsi jamu-jamuan tersebut tetapi tetap nihil. Pada Maret 2006, saya berobat ke dr. Felix, yang sebelumnya telah saya kenal. Di sana, saya melakukan pemeriksaan darah dan hasilnya menunjukkan bahwa terdapat tumor jinak pada payudara kanan saya.
 Oleh dr. Felix saya diberi tablet Linoral dan Bee Propolis Tablet. Luar biasanya, setelah mengonsumsi selama 1 bulan, benjolan pada payudara kanan itu sudah tidak ada dan teraba lagi. Oleh sebab itu, hingga saat ini, saya masih terus mengonsumsi Bee Propolis Tablet
Sungguh saya merasa lega, kecemasan yang selama ini membayangi saya, terlepas sudah. Terima kasih Tuhan, terima kasih High-Desert.

Produk yang digunakan : Bee Propolis

sumber : web Hdi

Testimoni - Kista Endometriosis

MIOMA UTERI DAN KISTA ENDOMETRIOSIS
dr. Hernawati Endriani, 35 Tahun. Klaten

Kami menikah pada 27 Oktober 2001 dan pada Maret 2002 saya dinyatakan positif hamil. Namun, usia kandungan saya hanya bertahan selama 8 minggu. September 2002, saya kembali dinyatakan hamil, dan lagi-lagi saya mengalami keguguran pada usia kehamilan 7 minggu. Saya menjadi sangat sedih. Akhirnya, saya melakukan konsultasi intensif dengan dokter spesialis kandungan untuk mengetahui penyebab keguguran yang sering saya alami.

Dari pemeriksaan laboratorium dan USG tidak ditemukan penyebab keguguran. Pada Januari 2003, saya kembali hamil dan lagi-lagi cuma bertahan selama 9 minggu. Apa yang terjadi pada saya, dalam dunia medis dapat disebut Abortus Abitualis atau keguguran berulang yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih secara berturut-turut. Kemudian, saya melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap toksoplasma, pemeriksaan CMV, juga ACA, dan hasilnya negatif.

Hasil pemeriksaan USG yang lebih akurat menunjukkan adanya mioma uteri (miom rahim dan kista endometriosis di ovarium kanan dan kiri) yang mengakibatkan adanya gangguan implantasi (penanaman janin) ke rahim, gangguan perkembangan janin karena sebagian nutrisi yang saya terima tidak sampai ke janin, dan gangguan akibat penekanan janin karena ruang di rongga panggul menjadi sempit.

Saya pun harus menjalani terapi medis sembari mengonsumsi Dynamic Trio (Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid, Bee Propolis Tablet) dan Clover Honey semenjak Oktober 2004. Alhamdullilah, pada Januari 2005, saya dinyatakan hamil. Namun, sempat muncul perasaan traumatis akibat 3 kali mengalami keguguran. Akan tetapi, dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT, dan terus rutin mengonsumsi produk-produk HD, saya merasa semakin sehat dan kuat.

Akhirnya, hari yang kami nantikan tiba juga, pada 29 Oktober 2005, lahirlah seorang bayi perempuan mungil yang cantik, dan kami beri nama Masayu Honey Fathima. Terima kasih Allah dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya, juga kepada kakak saya, Saptanti Yudiastuti yang telah mengenalkan produk HD kepada saya.

Produk yang digunakan : Bee Propolis, Clover Honey, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid
sumber : web hdi

Senin, 25 Februari 2013

Testimoni - Migrain dan Sariawan

MIGRAIN DAN SARIAWAN
Dahlia Widyaningrum, 29 Tahun. Yogyakarta


Sekitar tahun 1994, saya sering terkena migrain hingga 2 sampai 3 kali seminggu. Saya sudah memeriksakan diri ke dokter dan menjalani berbagai tes darah serta CT-Scan, tetapi tidak ditemukan penyebabnya. Pada tahun 1997, saya memeriksakan diri ke dokter lain, dan diberikan obat untuk mengatasi migrain. Tetapi obatnya justru menimbulkan alergi, sehingga di sekujur tubuh saya melepuh seperti luka bakar. Sejak saat itu, saya menjadi takut untuk mengonsumsi obat dokter. Berbagai macam pengobatan alternatif dan obat sakit kepala yang banyak dijual di pasaran telah saya coba, hasilnya tetap nihil. Migrain saya tetap sering kambuh, apalagi bila saya sedang kelelahan.
Selain migrain, saya juga sering sariawan. Meskipun sudah mengonsumsi vitamin C dosis tinggi, saya tetap sariawan hingga berminggu-minggu. Sembuh beberapa hari, kemudian kambuh lagi selama 3-4 minggu dan biasanya disertai dengan sakit kepala dan gigi. Bekas sariawan di tepi lidah pun tidak bisa pulih sempurna seperti semula.  
Akhirnya, pada bulan Agustus 2005, saya mulai mengonsumsi HDI Pollenergy 520, HDI Bee Propolis Tablet, HDI Royale Jelly Liquid. Untuk mengatasi sariawan, saya tambahkan HDI Herbal Throat Spray. Sebulan pertama setelah mengonsumsi, saya merasa lebih sehat, jarang migrain, dan sariawannya menjadi lebih cepat sembuh. Pada bulan Oktober 2005, saya sudah dapat menjalankan puasa tanpa gangguan sariawan, seperti yang selalu terjadi sebelumnya.
Awal tahun 2006, migrain saya tidak pernah kambuh, dan bekas sariawan pun berangsur-angsur pulih. Kini saya dapat menjalankan aktifitas saya dengan kondisi yang lebih baik dan sehat. Semoga pengalaman saya berguna bagi pembaca yang memiliki masalah yang sama dengan saya. Terima kasih banyak High-Desert.

Produk yang digunakan : Bee Propolis, Herbal Throat Spray, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid
Sumber : Arsip dr. Ivan Hoesada

Testimoni - Paru paru basah

PARU - PARU BASAH
Sony Hariadi, 21 Tahun. Kediri


Sejak kelas 2 STM, aku sering mengalami batuk yang sulit untuk disembuhkan. Bahkan walaupun sudah diobati tetap saja tidak sembuh. Selain itu, berat badanku semakin menurun dan kondisi fisikku semakin lemah. Aku sering pingsan saat mengikuti pelajaran olahraga. Kemudian aku periksa ke dokter spesialis. Dokter memvonis aku terkena paru-paru basah.
Terdapat cairan di paru-paru dan disarankan rontgen untuk memastikan apakah ada faktor lain selain paru-paru basah. Ternyata, setelah di rontgen juga cek ludah, aku terkena TBC yang harus diobati rutin selama enam bulan. Selain itu, aku juga harus masuk rumah sakit selama dua minggu untuk diambil cairan di paru-paru, sebab kalau tidak diambil bisa bahaya. Kondisiku semakin buruk apabila tidur terlentang, dada terasa sesak, jadi tidurnya sambil duduk.
Setelah dua minggu, aku dibawa pulang ke rumah untuk berobat jalan selama enam bulan. Tetapi keluhan batuk juga sesak tetap ada. Sebulan kemudian, datang tamu yaitu teman ibuku, Bapak Sumali. Beliau menyarankan aku supaya mengonsumsi produk HDI, yaitu HDI Clover Honey, HDI Bee Propolis, dan HDI Pollenergy 520 untuk mengeluarkan cairan dan membunuh kuman bakteri serta menguatkan paru-paru.
Ternyata betul, setelah minum selama 15 hari, terjadi perubahan yang berarti. Pada malam hari, aku batuk dan mengeluarkan dahak kental hampir satu liter lebih. Selama 15 hari tersebut terjadi pengurasan lendir yang luar biasa. Begitu lendir habis, sesak, panas, juga batuk langsung berhenti, kadang-kadang sehari hanya sekali batuk saja. Saat kembali ke dokter, dia bingung karena bisa secepat itu cairan yang ada di paru-paru saya hilang. Dokter juga mengatakan bahwa paru-paru saya tidak perlu disedot karena sudah bersih. Namun karena cairan indikasi TBC masih samar-samar, dokter menyarankan untuk melanjutkan pengobatan selama enam bulan.
Tetapi terjadi masalah saat minum obat dari rumah sakit. Selama empat bulan lambungku tidak kuat, aku sering mual, muntah, dan panas di lambung. Akhirnya terpaksa kuhentikan penggunaan obat dokter dan kulanjutkan dengan mengonsumsi produk HDI.
Alhamdulillah, setelah diteruskan dengan produk HDI, kondisiku semakin membaik. Berat badan naik dan batuk sesak di dada sudah hilang. Lambung juga sembuh dan sampai sekarang tidak pernah kambuh lagi.
Terima kasih HDI.

Produk yang digunakan : Bee Propolis, Clover Honey, Pollenergy 520

Sumber : arsip dr. Ivan Hoesada

Testimoni - Kista

KISTA
Dian Widiatri Widjanarko, 29 Tahun. Sidoarjo


Pada tanggal 12 Mei 2005, saya melakukan medical check-up di salah satu RS, dan berdasarkan hasil pemeriksaan USG diketahui bahwa terdapat kista dengan ukuran 5x4x4 cm di sebelah kanan rahim saya. Namun, setelah memeriksakan diri ke dokter kandungan, dokter tersebut menyatakan bahwa beliau tidak menemukan adanya kista dalam rahim saya.

Barulah setahun kemudian, saya kembali mengunjungi dokter kandungan dengan tujuan agar saya dapat segera mengandung, karena pada bulan Februari 2006, saya mengalami keguguran dan harus dikuret. Pada pertengahan tahun 2006, saya mulai merasakan nyeri, dan segera memeriksakan diri kembali ke dokter kandungan. Saat itu ditemukan kista sebesar 4.58 cm di kandungan sebelah kanan saya. Dokter memberikan saya obat-obatan untuk membantu mengatasinya. Tetapi jika pengobatan ini tidak berhasil, saya harus segera menjalani operasi pengangkatan kista.

Tidak lama berselang, saya mengenal produk High-Desert dari seorang teman, dan saya mulai mengonsumsinya sejak 18 Juni 2006. Produk High-Desert yang saya konsumsi berupa HDI Bee Propolis Tablet, HDI Royale Jelly Liquid, HDI Pollenergy 520. Dan pada tanggal 26 Juni 2006, saya memeriksakan diri kembali Ternyata kista saya telah mengecil, menjadi 3.8 cm.

Teman saya kemudian menyarankan untuk terus mengonsumsi HDI Bee Propolis Tablet dan HDI Royal Jelly Liquid. Hasilnya, ketika pada tanggal 17 Juli 2006, saya melakukan pemeriksaan USG, kista saya telah dinyatakan hilang. Bahkan, berkat produk High-Desert, tubuh saya terasa jauh lebih sehat.


Produk yang digunakan : Bee Propolis, Pollenergy 520, Royale Jelly Liquid
sumber : web resmi hdi

Artikel - Madu Asli dan Palsu

WASPADA MADU PALSU



Anda biasa mengonsumsi madu dan kerap membeli produk madu kemasan di supermarket? Tahukah Anda, produk madu yang Anda beli ternyata belum tentu terbuat dari madu asli.
Sebuah studi terbaru yang digelar oleh Food Safety News AS menunjukkan bahwa sebagian besar madu di supermarke tnegara itu ternyata tidak benar-benar dari madu. Lebih dari 60 jenis madu dari supermarket, toko obat, dan klub belanja termasuk Stop and Shop, Safeway, Wegman's, A&P, Kroger, CVS, Walgreens, Sam's Club, dan Walmart diuji oleh Vaughn Bryant, seorang profesor di Texas A&M University.
Ia menemukan bahwa kebanyakan dari produk madu tersebut mengalami proses ultra filtrasi yang menyaring serbuk sari. Tanpa serbuk sari, tidak mungkin untuk mengetahui apakah madu berasal dari sumber yang aman atau apakah itu madu yang asli.
Terlebih banyak produk madu yang menjalani proses ultra filtrasi berasal dari China sehingga berpotensi terkontaminasi atau diencerkan dengan sirup jagung fruktosa tinggi.
Menurut Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan AS (FDA), sebuah Produk yang menjalani proses ultra filtrasi sehingga tidak mengandung serbuk sari tidak dapat dianggap madu.Apalagi FDA tidak mampu memeriksa kandungan serbuk sari pada setiap produk madu di supermarket.
Ini berarti bahwa produsen bermain-main dan longgar dengan aturan tersebut. Salah satu produsen mengakui proses ultrafiltrasi itu memang memiliki tujuan tersendiri.
"Kami menyaringnya karena pembeli Amerika Utara ingin madu yang lebih jernih," kata BobOlneydari Honey Tree Inc, perusahaan asal Michigan yang memproduksi madu berlogo Winnie the Pooh dan dipasarkan di Walmart.
Adapun produsen lain bersikeras bahwa madu yang telah difiltrasi lebih awet dan lebih tahan dari pembusukan. "Toko-toko ingin madu yang sudah diproses karena mampu tahan lebih lama di rak," kata seorangjuru bicara Silverbow Honey.
Di sisi lain, para peternak lebah menunjukkan bahwa metode penyaringan tradisional dapat menghilangkan kotorandan lilin. Adapun banyaknya serbuk sari justru membuktikan bahwa madu itu asli.
Peternak lebah Richard Adee, mengatakan bahwa rasa dan nilai gizi madu selama berabad-abad telah diakui. Namun, semua kelebihan itu justru disingkirkan oleh proses ultrafiltrasi. 


Buktikan Alaminya HDI Clover Honey
Madu yang masih asli tentu sangat berguna bagi kesehatan. Oleh karena itu pilihlah selalu madu asli agar manfaatnya dapat dinikmati oleh tubuh. Madu alami yang patut dijadikan rujukan adalah HDI Clover Honey. Hal ini karena produk ini benar-benar merupakan madu murni tanpa tambahan bahan apapun. Karena kandungannya yang alami, maka manfaatnyapun terbukti secara klinis. 

Adapun manfaat dari HDI Clover Honey antara lain adalah menjaga keseimbangan bakteri yang ada dalam sistem pencernaan. Kandungan madu alaminyaterbukti mampu meningkatkan pertumbuhan bakteri menguntungkan di dalam saluran pencernaan seperti bakteri bifido, untuk melawan bakteri merugikan yang dapat menyebabkan sakit perut. Madu juga efektif dalam menjaga keseimbangan bakteri bifido.
Selain itu, HDI Clover Honey sangat efektif menghambat bakteri merugikan seperti Helicobacter pylori, yang dapat menyebabkan tukak pada lambung. Produk ini juga terbukti efektif dalam mengatasi diare, dengan cara membantu penyerapan elektrolit dan air. Membantu dalam memperlancar buang air besar, dan konstipasi/sembelit. Sehingga mampu memelihara sistem pencernaan tetap optimal.
Selain itu madu alami dalam HDI Clover Honey merupakan antimikroba alami. Hal ini karena k easaman madu dapat menghambat bakteri yang merugikan (bakteri patogen). Selain itu, madu merupakan larutan gula yang jenuh (dengan osmolaritas tinggi) sehingga kandungan air sebagai media pertumbuhan bakteri dan jamur hanya sedikit. Keberadaan glukosa oksidasi dapat menghambat pertumbuhan mikroba. Glukosa oksidasi adalah enzim yang disekresikan oleh lebah untuk membentuk madu dari nektar. Dengan bantuan air dan oksigen, glukosa diubah menjadi asam glukonat dan hidrogen peroksida. Daya keasaman dan hidrogen peroksida yang dihasilkan, melindungi dan menjadikan madu tetap steril selama proses pemasakan.
Jagalah selalu pencernaan dengan selalu menjaga pola makan, gaya hidup dan konsumsilah produk perlebahan dari HDI. Ingat, hampir semua penyakit berasal dari apa yang kita konsumsi.

sumber : web hd indonesia

Minggu, 24 Februari 2013

Artikel - Antara Madu dan Semut

SIAPA BILANG SEMUT TIDAK SUKA MADU?

Persoalan mengenai antara madu dan semut sebenarnya telah selesai diantara ahli madu dan orang-orang yang menggeluti dunia madu. Namun mungkin karena takut madu mereka dikatakan palsu atau memang karena mereka tidak memiliki ilmu maka tidak berani mengatakannya karena khawatir madu mereka tidak di beli orang karena ngotot mempertahankan argumentasinya. dan masalah ini berlanjut terus menerus dari hal yang pada awalnya hanyalah sebuah mitos berubah seakan menjadi fakta ilmiah.  Mereka mengatakan semut tidak suka pada madu, dan kalau ada madu yang dikerubungi semut berarti madu itu palsu. Pendapat seperti ini adalah salah, salah dan salah. Kami telah menguji hampir setiap madu yang bisa kami uji. baik madu lokal maupun madu dari luar negeri. dan hasilnya selalu sama ” semut suka dengan madu“. dan kalau anda suatu saat membeli madu, lalu madu itu tumpah dan semut tidak ada yang mendekat ke madu yang tumpah itu. wait, jangan senang dulu, bisa jadi madu tersebut adalah madu palsu yang mengandung bahan pengawet berbahaya yang jangankan manusia, hewan saja tak akan mau mendekati madu yang mengandung racun tersebut. atau liat dulu apakah semut ada bersarang di sekitar madu yang tumpah tersebut.
Kalau  suatu saat madu anda di kerubungi semut, jangan langsung mencak-mencak dan menuduh madu yang anda beli adalah palsu. solusinya adalah telpon atau temui yang punya madu, minta pertanggung jawaban mereka bagaimana semut bisa sampai doyan dengan madu anda. atau kalau anda masih penasaran bawa ke laboratorium untuk menguji tingkat keaslian madu tersebut. atau yang paling ekstrimnya anda minta dibawa ketika orang tersebut memburu lebah.
Pada dasarnya semut suka yang manis-manis termasuk manis pada madu. Semut hitam kaki panjang suka dengan beberapa jenis madu. Berbeda dengan semut gula, yakni semut yang besarnya cuma separoh dari semut hitam kaki panjang dan berwarna agak kekuningan, semut ini menyukai hampir semua jenis madu. Untuk melihat ada atau tidaknya semut mengerubungi madu tidak bisa dijadikan standar untuk mengukur asli atau tidaknya madu. Bagi yang biasa mengkonsumsi madu hutan akan mengetahui bahwa semut tidak menyukai madu hanyalah sebuah mitos yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah. Sebab madu merupakan larutan yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sakarosa dalam air, dengan komposisi sekitar 80% gula dan 20% air.

sumber : hutantropismagazine